Tips Parenting 7×3 Ala Ali Bin Abi Thalib

Oleh:

Nasyabila Hamdani

Parenting Ala Ali bin Abi Thalib
https://br.pinterest.com/pin/400961173048969861/

Share :

Parenting ala Ali bin Abi Thalib memiliki pendekatan islamik yang menjadikan anak bijaksana patut dicontoh Ayah dan Bunda!

Halalinkuy.com – Ali bin Abi Thalib adalah keponakan dan menantu Rasulullah Muhammad SAW, dikenal sebagai salah satu pemimpin terkemuka dalam sejarah Islam. Ia juga terkenal sebagai seorang pendidik yang bijaksana dan memiliki pendekatan yang unik dalam mendidik anak-anaknya.

Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai seorang pemimpin yang bijaksana, adil, dan penyayang. Pendekatan parenting terhadap anak-anaknya selalu didasarkan pada kasih sayang, perhatian, dan pengajaran nilai-nilai kebaikan.

Prinsip dan Praktik Parenting Ali bin Abi Thalib dalam Mendidik Anak:

Parenting Ala Ali bin Abi Thalib (Sumber: Pinterest)

Orang tua selalu menganggap bahwa anaknya adalah anak-anak berapapun usianya. Namun, pada kenyataannya mereka bertumbuh dan usianya terus bertambah. Ada masanya mereka bukan anak-anak lagi. Tentunya cara parenting atau pola asuhnya pun berbeda ketika dia masih anak-anak, remaja, hingga dewasa.

1. Kelompok 7 Tahun Pertama (0-7 Tahun)

Pada tahap ini konsep parenting yang dipakai adalah “memperlakukan anak sebagai raja”. Ali bin Abi Thalib mengacu pada pendekatan parentingnya yang penuh kasih sayang, perhatian, dan penghargaan terhadap anak-anak. Istilah ini menggambarkan sikap Ali bin Abi Thalib yang mengutamakan kebutuhan dan kesejahteraan anak-anak dalam pendidikan dan pengasuhan mereka.

Ali bin Abi Thalib memperlakukan anak-anak dengan penuh penghormatan, menghargai pemikiran dan perasaan mereka. Ia memberikan perhatian yang besar terhadap kebutuhan anaknya dan memastikan bahwa mereka merasa penting dan dihargai. Ali bin Abi Thalib menganggap anak-anak sebagai individu yang berharga, bukan hanya sebagai bawahan atau benda yang harus diperintah.

Dalam praktiknya, Ali bin Abi Thalib memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk berbicara, berpendapat, dan mengemukakan pikiran mereka. Ia mendengarkan dengan saksama, memberikan perhatian sepenuhnya, dan mempertimbangkan sudut pandang mereka. Ali bin Abi Thalib juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menghormati dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Konsep “memperlakukan anak sebagai raja” ini tidak berarti bahwa anak-anak diberikan kebebasan mutlak atau menjadi otoriter dalam keputusan mereka. Ali bin Abi Thalib juga memberikan bimbingan, arahan, dan disiplin yang adil kepada anak-anaknya. Ia mengajarkan mereka nilai-nilai kebaikan, tanggung jawab, dan ketaatan terhadap ajaran agama.

2. Kelompok 7 Tahun Kedua (8-14 Tahun)

Pada usia ini, Beliau memperlakukan anak sebagai tawanan. Maksudnya adalah orang tua membimbing dan mengarahkan dengan cara memperhatikan anak. Ketika anak berbuat sesuatu, maka orang tua harus memperhatikan, jika salah kemudian dibenarkan.

Seperti yang dijelaskan oleh Buya Yahya di Channel YouTube Al-Bahjah TV “Ketika anak baru menginjak usia 8 tahun, orang tua mulai mengajarkan salat dan sebagainya. Tetapi cara mengajarinya pun tidak bisa dilepas, tapi sudah harus, mungkin bahasanya kayak tawanan, diperhatikan terus. Coba perhatikan solatnya anak kecil itu miring sana, miring sini”

Ali bin Abi Thalib sangat peduli dengan pengembangan moral dan spiritual anak-anaknya. Ia mengajarkan mereka tentang pentingnya berbuat baik, menjaga hubungan yang baik dengan Allah dan sesama, juga menghindari perilaku yang tidak bermanfaat. Ia juga mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang mandiri, berpikir kritis, dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Ali bin Abi Thalib mempraktikkan disiplin yang adil terhadap anak-anaknya. Ia mengajarkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika kepada mereka. Namun, ia juga memahami bahwa setiap anak memiliki keterbatasan dan kelemahan, dan ia berusaha untuk memperlakukan mereka dengan kelembutan dan penuh pengertian.

3. Kelompok 7 Tahun Ketiga (15-21 Tahun)

Ali bin Abi Thalib dikenal karena hubungan akrab dan persahabatannya yang erat dengan anak-anaknya. Memasuki usia remaja menuju dewasa. Dia memperlakukan anaknya dengan penuh kasih sayang, saling pengertian, dan memberikan perhatian yang besar kepada mereka.

Pendekatannya dalam memperlakukan anak-anak sebagai sahabat menggambarkan hubungan yang hangat, saling menghormati, dan saling mendukung antara Ali bin Abi Thalib dan anak-anaknya

Dalam hubungan sahabat, terdapat kesetaraan, saling pengertian, dan saling mempercayai. Ali bin Abi Thalib menjalin ikatan yang erat dengan anak-anaknya, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan memberikan mereka kesempatan untuk berbicara, berbagi pikiran, dan melibatkannya dalam keputusan-keputusan keluarga yang relevan.

Ali bin Abi Thalib menghargai pemikiran dan perasaan anak-anaknya, dan tidak meremehkan pandangan mereka. Dia memberikan tempat yang aman bagi anak-anaknya untuk berbicara tentang masalah, memberikan saran, dan mendukung mereka dalam mencapai potensi mereka.

Pendekatan Ali bin Abi Thalib dalam memperlakukan anak-anak sebagai sahabat juga mencakup komunikasi yang terbuka dan jujur. Ia memberikan waktu dan perhatian yang cukup untuk mendengarkan cerita, memahami perspektif mereka, serta memberikan nasihat dan bimbingan yang bijaksana.

Contoh Parenting (Sumber: Pinterest)

Konsep parenting “memperlakukan anak sebagai raja” menggarisbawahi pentingnya memberikan perhatian, penghormatan, dan kasih sayang kepada anak-anak dalam proses pendidikan dan pengasuhan. Ali bin Abi Thalib mengajarkan bahwa anak-anak adalah amanah dari Allah yang perlu diperlakukan dengan penuh cinta, perhatian, dan kesabaran.

Sebagai seorang ayah dan pemimpin, Ali bin Abi Thalib mengajarkan anak-anaknya tentang nilai-nilai agama, tanggung jawab, dan etika yang baik. Pendekatan parentingnya dalam mendidik anak-anak berfokus pada pemberian arahan, bimbingan, dan pengajaran yang baik.

Dalam Islam, hubungan orang tua dengan anak-anaknya dituntut untuk didasarkan pada kasih sayang, saling pengertian, dan rasa hormat. Dalam hal ini, Ali bin Abi Thalib memberikan contoh penting tentang pentingnya memperlakukan anak-anak sebagai sahabat yang saling mendukung dan saling memahami dalam lingkungan keluarga.

Artikel Terbaru

Advertorial

Artikel Serupa