KUA: 13 Syarat Persiapan Sebelum Menikah

Oleh:

Nasyabila Hamdani

Foto Buku Nikah di KUA
https://br.pinterest.com/pin/971933163306224798/

Share :

KUA adalah Kantor Urusan Agama yang didatangi calon pengantin untuk melengkapi persyaratan agar pernikahan berjalan lancar.

Halalinkuy.com – Kantor Urusan Agama (KUA) adalah lembaga yang berfungsi sebagai pusat administrasi keagamaan dalam hal pernikahan dan catatan sipil terkait agama di Indonesia. KUA biasanya terkait dengan Departemen Agama atau Kementerian Agama.

Tugas utama KUA adalah mengurus administrasi pernikahan, seperti pendaftaran, persiapan, dan pelaksanaan pernikahan sesuai dengan aturan dan hukum agama yang berlaku. KUA juga dapat memberikan konsultasi dan nasihat mengenai hukum agama, melakukan pelayanan pernikahan, mengeluarkan surat nikah, dan menyimpan catatan resmi tentang pernikahan.

Di Indonesia, KUA berperan penting dalam proses pernikahan umat Islam dan umumnya terdapat di setiap kabupaten/kota.

Syarat dan Dokumen di KUA yang Harus Dipersiapkan:

Contoh Buku Nikah di KUA (Sumber: Pinterest)

1. Foto copy KTP dan KK calon pengantin

Dibawa masing-masing oleh calon mempelai.

2. Foto copy akta kelahiran atau surat keterangan kelahiran

Dibawa masing-masing oleh calon mempelai.

3. Surat pengantar nikah atau N1

Mendatangi RT/RW untuk mengurus surat pengantar nikah yang akan dibawa oleh calon pengantin ke kelurahan. Surat pengantar nikah atau model N1 didapatkan dari Kelurahan/Desa setempat. Kamu atau pasangan bisa meminta langsung jika mendatangi Kelurahan masing-masing untuk persyaratan nikah.

4. Surat persetujuan mempelai atau N3

Mendatangi kantor kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah (N1-N4) yang akan dibawa oleh calon pengantin ke KUA Kecamatan.

5. Surat izin orang tua atau N5

Surat ini diperlukan jika calon pengantin umurnya dibawah 21 tahun. Jika kamu dan pasangan berusia di atas 21, tahapan ini bisa dilewatkan. Namun, tanyakan kembali pada pihak Kelurahan/Kecamatan jika ada pertanyaan lebih lanjut.

6. Akta cerai

Surat ini diperlukan jika calon pengantin cerai hidup. Jika kamu belum pernah menikah, tahapan ini bisa dilewatkan.

7. Surat izin komandan

Surat ini diperlukan jika calon pengantin TNI atau POLRI. Jika kamu hanya warga sipil biasa, tahapan ini bisa dilewatkan.

8. Surat akta kematian

Surat ini diperlukan jika calon mempelai duda/janda yang ditinggal mati. Jika kamu dan pasangan berstatus lajang atau belum pernah menikah, tahapan ini bisa dilewatkan.

9. Izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama apabila:

a. Calon mempelai kurang dari 19 tahun

b. Izin Poligami

atau apabila pernikahan kurang dari 10 hari kerja, Maka mendatangi kantor kecamatan tempat akad nikah untuk memohon dispensasi nikah jika kurang dari 10 hari kerja.

10. Izin dari Kedutaan Besar (KeduBes) untuk WNA

Surat Izin ini diperlukan jika kamu atau pasanganmu adalah Warga Negara Asing (WNA). Namun, jika kamu dan pasanganmu adalah Warga Negara Indonesia atau WNI maka surat izin ini bisa kamu lewatkan.

11. Surat Rekomendasi Nikah

Surat Rekomendasi ini diperlukan jika melangsungkan pernikahan di luar wilayah tempat tinggal calon mempelai. Jika kamu dan pasangan menikah di wilayah tempat tinggal kamu tidak memerlukan surat rekomendasi ini. Surat rekomendasi nikah dapat kamu dapatkan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan.

12. Pas foto ukuran 2×3 sebanyak 5 lembar

Kamu dan pasangan harus menyiapkan masing-masing pas foto sebanyak 5 lembar berwarna biru.

13. Pas foto ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar

Contoh Pas Foto untuk Menikah (Sumber: Pinterest)

Warna background yang diperbolehkan untuk foto pada buku nikah yaitu warna biru. Warna tersebut sudah sesuai dengan lampiran keputusan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Indonesia yang merujuk pada Undang-undang No. 22 Tahun 1946 dan Undang-undang No. 32 Tahun 1954.

Demikian persyaratan beserta dokumen yang wajib dibawa dan dilengkapi oleh calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan. Sebelum menikah calon pengantin harus memahami proses ini karena akan membantu dan memudahkan pada saat atau akan melangsungkan pernikahan sehingga berjalan dengan lancar.

Syarat-syarat dokumen yang telah disebutkan di atas adalah persyaratan bagi kamu yang datang secara offline ke Kantor Urusan Agama (KUA). Jika ingin lebih mudah lagi, kamu dan pasangan bisa mendaftar lewat situs online Kementerian Agama https://simkah4.kemenag.go.id/. Dalam situs tersebut, kamu bisa mendaftar akun terlebih dahulu, selanjutnya akan disarankan lebih lanjut ke menu dashboard.

Ingatlah untuk melengkapi semua persyaratan dan mengikuti petunjuk KUA dengan teliti. Selamat menikmati perjalanan menuju pernikahan yang bahagia!

Artikel Terbaru

Advertorial

Artikel Serupa