Bahas Keuangan Sebelum Nikah, Yuk!

Oleh:

Revina Aziza Rahman

Sumber : nattanan23-pixabay.com

Share :

Menurut data Badan Peradilan Agama tahun 2021 yang dikeluarkan Komnas Perempuan pada 13 Juni 2021, mengenai penyebab perceraian di Indonesia. Menjelaskan bahwa, penyebab perceraian tertinggi disebabkan perselisihan dan pertengkaran, yaitu sebanyak 279.205 kasus. Penyebab tertinggi kedua adalah faktor ekonomi. Sebanyak 113.343 kasus

Data tersebut menyadarkan kita bahwa, komunikasi diantara pasangan sangat penting. Termasuk pembicaraan tentang ekonomi atau keuangan. Sayangnya, membahas masalah ekonomi menjadi sesuatu yang canggung untuk dibicarakan. Bagi Sebagian orang, membahas keuangan memiliki tendensius negatif tersendiri, bisa berasal dari pengalaman atau kebiasaan di lingkungan.

Meski begitu, membicarakan keuangan sebelum pernikahan tetaplah penting, untuk menghindari konflik di kemudian hari. Lalu bagaimana caranya?

Dikutip dari youtube chanel  Strong from home dan Coach Nanda, ada beberapa tips dan trik yang bisa kalian lakukan, saat membicarakan masalah keuangan dengan pasangan, simak sampai selesai ya..

Founder Sekolah Rumah Tangga, yaitu Kang Ulum dan Teh Febrianti Almeera dalam Chanel Youtube mereka Strong From home, memberikan beberapa tips yang bisa digunakan untuk memulai pembicaraan keuangan.

  1. Kesepakatan

Sebelum membahas nominal dan pos-pos pengeluaran. Mulailah dengan menyamakan cara pandang tentang pembahasan keuangan. Ciptakan pola fikir bahwa membahas keuangan bukanlah hal yang harus menegangkan dan horror.

Caranya, kalian bisa share link yang membahas mengenai pentingnya pembahasan keuangan pada pasangan sebelum menikah. Mintalah pasangan kalian untuk menyimak pembahasan yang kalian bagikan. Setelah itu tanyakan bagaimana pendapatnya.

Obrolan kalian bisa kemudian berkembang menjadi pembahasan yang lebih serius jika sudah satu pemahaman.

2. Terbuka, Jujur, dan Apa Adanya

Masalah keuangan bukan hanya tentang jumlah pendapatan dan pengeluaran saja, ada prinsip-prinsip dasar yang harus disepakati kedua belah pihak. Beberapa berhubungan juga dengan masalah sosial di keluarga.

Mulailah pembahasan kalian dari hal-hal ringan menuju ke hal spesifik dan berat. Seperti :

  • Apa sih arti harta untuk kamu?
  • Bagaimana pendapat kamu tentang zakat harta dan sedekah?

Sebisa mungkin obrolan ini tidak tendensius, tetapi tenang dan menyenangkan. Selingi dengan candaan seperlunya saat situasi sudah mulai menegang.

Untuk hal-hal spesifik, apa saja yang harus ditanyakan?

Sumber : stevepb-pixabay.com

Dalam hal ini Coach Nanda memberikan pendapat yang sama dengan Founder Sekolah Rumah Tangga. Beberapa pertanyaan yang harus ditanyakan dan dijawab dengan tegas yaitu:

  • Berapa penghasilan perbulan?

Pada pertanyaan ini, keduanya memberikan arahan agar kalian menyebutkan nominal penghasilan dengan jelas bukan hanya perkiraan. Jika penghasilan tidak tetap, bisa menyebutkan penghasilan 3 bulan kebelakang atau penghasilan terbesar dan terkecil.

Keterbukaan mengenai penghasilan akan mengurangi kecurigaan pasangan dan prasangka negatif.

  • Pengeluaran Apa saja?

Kalian perlu terbuka mengenai pos pengeluaran kalian, juga tanggungan dalam keluarga, seperti orangtua, adik atau sanak saudara lain. Jangan sampai setelah menikah muncul masalah baru karena, tidak bisa lagi berkontribusi pada keluarga.

Keterbukaan mengenai pengeluaran kalian, akan memudahkan dalam membuat rencana pembiayan rumah tangga kalian kedepannya. Jumlah yang pasti juga akan menghindari kalian dari defisit pendapatan yang tidak diduga.

  • Hutang dan Cicilan?

Menjalani kehidupan rumah tangga berarti bersama untuk seumur hidup. Jangan lupa bahwa kedepannya kalian akan berbagi banyak hal.

Tanyakan dan sebutkan secara terbuka, nominal hutang dan cicilan yang harus kalian anggarkan setiap bulannya. Serta jangka waktu cicilan kalian.

Jika memiliki piutang, kalian juga bisa menceritakannya. Agar kelak tidak menimbulkan kesalahpahaman.

  • Rencanakan pengeluaran setelah menikah

Pernikahan tidak hanya berlangsung hingga pesta resepsi. Kalian harus memikirkan akan tinggal dimana, berapa biaya untuk perawatan rumah, perawatan diri, makan, transport, biaya tak terduga, dsb.

Bicarakan juga jika pendapatan istri lebih besar, maka berapa persen yang akan istri berikan untuk membantu ekonomi keluarga. Jika pendapatan suami lebih besar, maka bicarakan juga berapa persen yang akan suami butuhkan untuk alokasi kebutuhan pribadinya.

  • Siapa yang akan mengelola keuangan?

Usahakan hanya satu orang yang menjadi bendahara, dengan pengeluaran yang sudah disepakati berdua. Jika ada dua orang yang memegang peran pengelolaan maka akan lebih banyak menimbulkan konflik.

Kalian juga bisa membagi peran jika dirasa terlalu berat, untuk mengaturnya sendiri. Seperti pos cicilan dan keluarga dipegang suami. Pos pengeluaran bulanan dipegang istri. Terpenting disepakati kedua belah pihak.

3. Pilih Waktu Yang Tepat

Membicarakan masalah keuangan mungkin tidak akan selesai dalam satu waktu. Baik saat memulai atau melanjutkan pembicaraan sebaiknya pilih waktu yang tepat.

Waktu yang kurang tepat seperti saat kelelahan, akan memicu stress bagi salah satu pihak maupun keduanya.

Apa sih fungsinya membahas masalah keuangan sebelum pernikahan?

Hal ini dibicarakan bukan hanya untuk momen kalian setelah menikah loh. Keuangan juga bisa menjadi pertimbangan, apakah kalian akan menunda atau mempercepat hari akad dan resepsi pernikahan kalian. Terutama jika kalian menggunakan uang berdua untuk pesta pernikahan, tanpa bantuan orangtua.

Jumlah hutang, cicilan, dan tanggungan bisa kalian diskusikan, akan diselesaikan sebelum menikah atau setelah menikah. Juga mengenai berapa biaya pernikahan yang bisa kalian siapkan untuk pesta pernikahan impian kalian?

Nah, udah siap untuk membicarakan tentang keuangan bersama pasangan? Jangan sampai kalian menjadi bagian dari pasangan yang bercerai karena faktor ekonomi ya.

Be a smart couple. Stay happy and healthy.

Artikel Terbaru

Advertorial

Artikel Serupa