Inilah 7 Tradisi Pernikahan Adat Jawa yang Khas dan Sarat Makna

Oleh:

Nasyabila Hamdani

Pernikahan Adat Jawa
https://ilmupedia.co.id/articles/tradisi-pernikahan-adat-jawa/full

Share :

Pernikahan adat Jawa merupakan perayaan pernikahan yang mengikuti tradisi dan adat istiadat yang berasal dari budaya Jawa, salah satu suku bangsa di Indonesia.

Halalinkuy.com – Pernikahan adat Jawa memiliki tradisi dan adat istiadat yang khas. Pernikahan adat Jawa umumnya memiliki beberapa tahapan dan serangkaian upacara yang penting.

Beberapa Komponen Umum dalam Pernikahan Adat Jawa:

Resepsi pernikahan Kahiyang dan Bobby (Sumber https://style.tribunnews.com)

1. Lamaran (Melamar):

Pada tahap ini, pihak pria dan keluarganya mengunjungi keluarga calon pengantin perempuan untuk melamar secara resmi. Lamaran ini dilakukan sebagai tanda keseriusan dan niat baik dari pihak pria untuk menjalin hubungan pernikahan.

2. Siraman:

Pada saat upacara siraman, calon pengantin perempuan akan diberi siraman air oleh orangtua, kerabat, atau tetua adat. Air siraman tersebut biasanya telah dicampur dengan bunga, rempah-rempah, atau air bunga kenanga yang harum.

Air siraman ini memiliki makna simbolis sebagai pembersih tubuh dan jiwa serta memohon berkah sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

Selama prosesi siraman, biasanya terdapat doa-doa yang dipanjatkan oleh orang tua atau tetua adat untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kebahagiaan bagi calon pengantin.

Selain itu, siraman juga dianggap sebagai momen untuk menghilangkan energi negatif atau halangan yang mungkin ada dalam perjalanan menuju pernikahan.

Siraman dalam adat Jawa memiliki makna spiritual dan simbolis yang mendalam. Melalui siraman ini, calon pengantin perempuan diharapkan mendapatkan keberkahan dan kebersihan secara fisik, emosional, dan spiritual menjelang pernikahan mereka.

3. Midodareni:

Midodareni adalah upacara yang dilakukan pada malam sebelum pernikahan. Calon pengantin perempuan akan menginap di rumah pengantin pria, dan diadakan acara doa bersama, tahlilan, serta hiburan seperti wayang kulit atau musik tradisional.

Tujuan dari midodareni adalah untuk memohon berkah, keberkahan, serta keselamatan bagi kedua mempelai menjelang pernikahan mereka.

Selain itu, midodareni juga menjadi momen di mana kedua mempelai dan keluarga mereka saling akrab, berinteraksi, dan mempererat hubungan antara kedua keluarga. Acara ini juga memberikan kesempatan bagi keluarga dan kerabat untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan menjelang pernikahan.

4. Ijab Kabul:

Merupakan upacara pernikahan di mana calon pengantin pria dan perempuan secara resmi menyatakan ijab (pernyataan pernikahan) dan kabul (penerimaan pernyataan) di hadapan wali, saksi, dan tamu undangan.

5. Sungkeman:

Sungkeman adalah salah satu tradisi yang penting dalam pernikahan adat Jawa. Sungkeman dilakukan setelah upacara ijab kabul, dalam prosesinya pengantin menghormati orangtua, tetua, dan keluarga besar dengan cara membungkuk dan memohon restu serta doa.

Proses sungkeman dimulai dengan pengantin wanita yang akan membungkukkan badannya sebagai tanda penghormatan. Kemudian, pengantin pria akan menyiramkan air bunga kenanga ke tangan pengantin wanita sebagai tanda kesetiaan dan kasih sayang.

Setelah itu, kedua pengantin secara bergantian melakukan sungkeman kepada orangtua dan tetua, dimulai dari orangtua pengantin pria dan kemudian orangtua pengantin wanita. Mereka membungkuk dengan tangan dalam posisi berada di bawah lutut dan menyentuh tanah atau kaki orang tua/tetua sebagai tanda penghormatan yang dalam.

Saat melaksanakan sungkeman, pengantin juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam pernikahan nanti ada kesalahan atau kekurangan yang mereka lakukan. Sungkeman ini juga menjadi momen pengantin mengungkapkan rasa terima kasih, penghargaan, dan cinta kepada orang tua dan tetua atas perhatian, kasih sayang, dan pengasuhan yang telah diberikan selama ini.

Sungkeman dalam adat Jawa memiliki makna yang dalam, yakni sebagai bentuk penghormatan, rasa terima kasih, dan pengakuan akan peran orang tua dan tetua dalam kehidupan pengantin. Sungkeman juga sebagai wujud kesiapan pengantin untuk memasuki pernikahan dengan didukung oleh restu dan doa dari keluarga besar.

6. Siraman dan Peningsetan:

Setelah upacara ijab kabul, pasangan pengantin akan melaksanakan upacara siraman dan peningsetan. Air siraman yang dicampur dengan bunga, rempah-rempah, dan air bunga kenanga akan digunakan untuk membersihkan kaki pengantin. Setelah itu, pasangan pengantin akan bersantai dan mengenakan pakaian pengantin.

7. Resepsi Pernikahan:

Bagian ini merupakan acara resepsi atau pesta pernikahan di mana pengantin menerima tamu undangan dan membagikan kebahagiaan mereka. Biasanya, diadakan makanan, tarian, dan hiburan lainnya.

Selain itu, terdapat juga berbagai macam tradisi dan adat istiadat tambahan yang dapat berbeda-beda tergantung dari daerah atau keluarga yang menjalankannya. Pernikahan adat Jawa kaya akan simbolisme dan makna, serta diiringi dengan upacara-upacara yang dipercaya membawa berkah dan kesuksesan bagi pasangan pengantin.

Artikel Terbaru

Advertorial

Artikel Serupa