7 Pilar dalam Membangun Pernikahan Harmonis Menurut Ajaran Islam

Oleh:

Nasyabila Hamdani

https://seruni.id/tempat-dan-waktu-terbaik-untuk-melaksanakan-akad-nikah/

Share :

Pernikahan yang harmonis sesuai ajaran agama Islam adalah kebahagiaan setiap insan.

Halalinkuy.com – Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika seorang hamba telah menikah, maka sesungguhnya dia telah menyempurnakan separuh agamanya. Hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Menikah tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik dan emosional individu, tetapi juga dianggap sebagai ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam hadis yang disebutkan di atas, Rasulullah menyatakan bahwa dengan menikah, seseorang telah menyempurnakan separuh dari agamanya. Artinya, pernikahan membantu individu untuk menjaga dan memperkuat aspek spiritual dalam kehidupannya.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa prinsip fundamental dalam ajaran Islam yang dapat membantu pasangan suami istri membangun hubungan yang kuat, penuh kasih sayang, dan berkelanjutan.

Hadis tersebut tidak bermaksud mengatakan bahwa individu yang belum menikah tidak dapat mencapai kesempurnaan agama. Namun, lebih menekankan manfaat dan nilai ibadah dalam pernikahan.

Setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang unik, dan pernikahan hanyalah salah satu aspek dalam menjalani kehidupan yang bermakna.

7 pilar dalam Pernikahan Menurut Ajaran Islam yang Wajib Kamu Tahu:

Pernikahan sesuai syariat agama Islam. (sumber: rumah.com)

1. Kasih Sayang dan Kerukunan:

Kasih sayang dan kerukunan adalah pilar penting dalam pernikahan Islam. Mengikuti teladan Nabi Muhammad, pasangan suami istri harus saling mencintai, menghormati, dan menghargai satu sama lain. Mereka harus membina hubungan yang penuh dengan kelembutan, pengertian, dan dukungan satu sama lain.

2. Komitmen dan Kesetiaan:

Komitmen dan kesetiaan adalah landasan kuat dalam pernikahan. Suami dan istri diharapkan saling berkomitmen untuk menjaga hubungan mereka, bertanggung jawab satu sama lain, dan tetap setia dalam segala situasi. Mereka harus bersama-sama mengatasi cobaan dan rintangan yang mungkin muncul dalam perjalanan pernikahan mereka.

3. Keadilan dan Keseimbangan:

Islam mengajarkan keadilan dalam perlakuan terhadap istri-istri dan anak-anak dalam sebuah pernikahan. Suami sebagai kepala keluarga diharapkan memperlakukan istri-istri secara adil dan berlaku adil dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Penting bagi suami untuk membagi waktu, perhatian, dan sumber daya secara adil di antara istri-istri dan anak-anak mereka.

4. Kesepakatan dan Persetujuan:

Pernikahan merupakan institusi yang sangat penting dalam Islam, dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dapat membantu membangun pernikahan yang harmonis dan penuh berkah.

Pernikahan dalam Islam harus didasarkan pada kesepakatan dan persetujuan yang baik antara kedua belah pihak. Pasangan suami istri harus saling mengetahui dengan baik, memiliki kecocokan, dan sepakat secara sukarela untuk menjalani kehidupan bersama.

5. Pendidikan Anak:

Pendidikan anak dalam Islam memiliki peran yang sangat penting. Pasangan suami istri harus bekerja sama untuk memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak mereka, yang didasarkan pada nilai-nilai Islam dan akhlak yang benar.

Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka dalam praktik ibadah, moralitas, dan etika.

6. Komunikasi dan Penyelesaian Konflik:

Komunikasi yang efektif adalah kunci dalam membangun pernikahan yang sehat. Islam mendorong pasangan suami istri untuk berkomunikasi secara terbuka, jujur, dan saling mendengarkan satu sama lain.

Ketika ada perbedaan pendapat atau konflik, mereka diharapkan mencari penyelesaian yang adil dan damai dengan mengikuti petunjuk agama.

7. Doa dan Ketakwaan:

Pernikahan dalam Islam tidak hanya didasarkan pada upaya manusia, tetapi juga memerlukan doa dan ketakwaan kepada Allah. Pasangan suami istri harus senantiasa berdoa bersama, memohon petunjuk dan keberkahan dari Allah dalam membangun pernikahan yang harmonis.

Mereka juga harus meningkatkan ketakwaan mereka dengan melaksanakan ibadah, membaca Al-Qur’an, dan memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Allah.

Dalam Islam, pernikahan bukan hanya sekadar ikatan sosial atau legal, tetapi juga merupakan ikatan spiritual yang kuat antara pasangan suami istri. Dengan mengikuti ajaran Islam, pasangan dapat membangun pernikahan yang harmonis, penuh dengan kasih sayang, komitmen, dan keseimbangan.

Prinsip-prinsip yang ditekankan dalam pernikahan, seperti kesepakatan dan persetujuan, kasih sayang dan kerukunan, komitmen dan kesetiaan, keadilan dan keseimbangan, pendidikan anak, komunikasi dan penyelesaian konflik, serta doa dan ketakwaan, menjadi panduan yang berharga bagi pasangan suami istri dalam menjalani pernikahan mereka.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pasangan dapat memperoleh berkah dan kebahagiaan yang diridhai oleh Allah.

Artikel Terbaru

Advertorial

Artikel Serupa