6 Tahapan Pendidikan Islami untuk Anak Usia Dini

Oleh:

Nasyabila Hamdani

Membaca Bersama Orang tua
https://br.pinterest.com/pin/456130268516142387/

Share :

Pendidikan pada anak perlu diberikan sejak dini dengan memasukan unsur islami, agar anak paham agama dan beradab.

Halalinkuy.com- Selain disertai dengan pendidikan sekuler yang seimbang, seperti belajar ilmu pengetahuan, keterampilan sosial, seni, dan lain-lain. Anak-anak juga perlu belajar pendidikan agama Islam untuk mempersiapkan mereka secara menyeluruh dalam menghadapi dunia yang kompleks saat ini.

Pendidikan Islami Anak Usia 0-6 Tahun:

Pendidikan Islami Anak (Sumber: Pinterest @febtarinar)

1. Belajar Huruf Hijaiyah

Sejak dini anak perlu dibimbing untuk berkenalan dengan huruf-huruf Al-Quran, yaitu huruf hijaiyah. Terdapat 28 huruf hijaiyah yang akan anak kenal dengan membaca Iqra.

Huruf-huruf Hijaiyah ini dapat dikombinasikan untuk membentuk kata-kata dalam bahasa Arab. Selain itu, di dalam Al-Quran, huruf-huruf Hijaiyah juga dilengkapi dengan tanda baca khusus, seperti tanda harokat (tanda baca pendek) dan tanda tanwin (tanda baca lamanya), untuk membantu membaca dan memahami teks Al-Quran dengan benar.

2. Belajar Membaca Al-Quran

Setelah anak mengenal huruf hijaiyah dari Iqra satu hingga enam, didalamnya terdapat banyak kombinasi yang bertahap sehingga mirip dengan Al-Quran. Setelah terbiasa membaca Iqra, anak tidak akan kaget dan kebingungan dengan isi dalam Al-Quran.

Dalam belajar membaca Al-Quran, padukan dengan memberi tahu tajwid kepada anak, agar bacaannya baik dan benar. Jika orang tua memiliki keterbatasan dalam ilmu tajwid, sekolahkan anak di madrasah agar anak semangat belajar.

Di madrasah selain banyak teman yang seumuran dengannya, terdapat juga ustad dan ustadzah yang memiliki ilmu lebih dibidangnya.

3. Belajar Mengucapkan Kalimat Tauhid

Tauhid adalah prinsip dasar dalam Islam yang mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan yang disembah, yaitu Allah, dan bahwa tidak ada tuhan selain-Nya.

Kalimat tauhid secara lengkap dikenal sebagai kalimat syahadat atau kalimat tauhid, yaitu “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah”, yang diterjemahkan sebagai “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasul Allah”.

man kepada tauhid adalah landasan bagi seorang Muslim untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh. Dengan mengakui keesaan Allah dan mengikuti ajaran yang diwahyukan-Nya melalui Nabi Muhammad, seorang Muslim mengarahkan ibadah dan pengabdian sepenuhnya kepada Allah semata.

4. Belajar Adab Sehari-hari

Orang tua harus mendidik anak untuk beradab. Misalnya mengajarkan cara sopan-santun kepada orang yang lebih tua, menyayangi binatang, mengasihi teman

5. Belajar Tata Cara Berwudhu

Anak harus diberi tahu cara berwudhu sebelum mereka belajar tata cara sholat dan membaca Al-Quran. Diawali dengan niat, membasuh tangan, berkumur, membersihkan hidung, membasuh muka, membasuh lengan, kepala, telinga, dan kaki.

Semua gerakan wudu dilakukan berulang secara 3 kali, dimulai dari kanan lalu kiri. Sebetulnya fardu wudhu hanya 6 saja, tetapi tidak ada salahnya untuk melakukan sunah-sunahnya agar tampilan luar terjaga kebersihannya.

6. Belajar Tata Cara Salat

Setelah anak belajar cara berwudhu, mereka diajarkan tata cara salat. Ajak anak untuk ikut serta dalam solat berjamaah 5 waktu, yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya.

Parenting Era Digital
Pendidikan Anak Usia Dini (Sumber: Pinterest)

Walaupun gerakan anak masih salah, sedikit demi sedikit beri tahu cara yang benar. Arahkan gerakan anak dengan cara Ayah menjadi imam, agar anak mengetahui seruan dan tata cara salat yang benar.

Islam memiliki seperangkat nilai-nilai yang mengajarkan tentang kebaikan, kejujuran, toleransi, belas kasihan, rasa hormat, dan keadilan.

Mendidik anak dengan melibatkan pendidikan agama Islam membantu mereka memahami dan memasukkan nilai-nilai yang akan membentuk karakter dan perilaku mereka saat dewasa.

Artikel Terbaru

Advertorial

Artikel Serupa