5 Tips Memperkuat Fondasi Pernikahan dengan Calon Imam yang Sejalan

Oleh:

Nasyabila Hamdani

Pernikahan
https://www.indozone.id/life/OjsrMM/desta-dan-natasha-rizky-tetap-kompak-jalani-pernikahan-beda-usia

Share :

Pernikahan adalah ikatan suci antara dua individu yang memiliki tujuan untuk saling mendukung, tumbuh bersama, dan menjalani kehidupan berkeluarga yang bahagia.

Halalinkuy.com – Baru-baru ini, netizen Indonesia digegerkan dengan kabar perceraian Desta Mahendra dan Natasha Rizky yang akrab dipanggil Caca. Pasalnya rumah tangga mereka yang dinilai harmonis dan adem-ayem karena sering membagikan momen kebersamaannya dengan anak-anak, tiba-tiba Desta melayangkan gugatan kepada Caca. Netizen menyayangkan sikap Desta, karena meninggalkan istri yang cantik solehah seperti Caca.

Setelah menjalani rumah tangga selama 10 tahun akhirnya mereka sepakat untuk bercerai. Diketahui alasan perceraian adalah ketidaksamaan visi misi antara Desta dan Caca.

Sebelum menikah pasangan perlu berkomunikasi bagaimana membangun fondasi dan fokus dalam menyamakan visi dan misi. Pentingnya memperkuat fondasi pernikahan dengan memilih calon imam yang memiliki kesesuaian nilai, visi, dan tujuan hidupmu di masa depan.

5 Faktor Penting dalam Membangun Fondasi Pernikahan yang Kokoh

Memilih calon imam yang sejalan denganmu adalah langkah penting untuk membangun fondasi pernikahan yang kokoh. Pastikan untuk berkomunikasi secara terbuka, mengenal baik calon imam, dan memastikan adanya kesesuaian nilai, visi, dan komitmen dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

Pernikahan Natasha dan Desta sudah tidak lagi satu visi misi
Pernikahan Natasha Rizki dan Desta Mahendra sudah tak lagi satu visi misi (Sumber: Liputan6.com https://youtu.be/hmvGpYTbUq0)

Dengan memperkuat fondasi pernikahan ini, kamu dan pasangan dapat membangun hubungan yang harmonis, bahagia, dan bermakna sepanjang hidup bersama calon imam yang kamu pilih.

1. Kesesuaian Nilai:

Kesesuaian nilai adalah kunci dalam membangun hubungan yang harmonis. Pilihlah calon imam yang memiliki nilai-nilai yang serupa atau sejalan dengan kamu. Ini mencakup keyakinan agama, etika, moral, dan prinsip-prinsip hidup yang dianggap penting bagimu. Dengan memilih calon imam yang sejalan dalam hal ini, kamu dapat meminimalkan perbedaan dan konflik yang mungkin muncul di masa depan.

2. Konsistensi dalam Pelaksanaan Agama:

Memilih calon imam yang konsisten dalam melaksanakan ajaran agama adalah penting. Ini mencakup ketaatan terhadap ibadah, pemahaman tentang ajaran Islam, serta komitmen untuk mengembangkan diri secara spiritual. Dengan memiliki calon imam yang sejalan dalam hal ini, kamu dan pasangan dapat saling memperkuat dalam menjalankan kehidupan beragama dan membangun ikatan yang kuat dengan Allah SWT.

3. Kesamaan Visi dan Tujuan:

Ketika memilih calon imam, penting untuk mencari orang yang memiliki visi dan tujuan yang sejalan dengan kamu. Diskusikan aspirasi masa depan, rencana keluarga, dan cita-cita hidup kamu bersama calon imam. Jika kamu memiliki visi yang serupa, ini akan memudahkan dalam merencanakan dan mencapai tujuan bersama sebagai pasangan.

Komunikasi yang baik memungkinkan kamu dan pasangan untuk saling memahami, menyampaikan perasaan dan pikiran dengan jelas, serta mengatasi konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif.

4. Komunikasi dan Pemahaman:

Komunikasi yang baik adalah landasan yang penting dalam pernikahan yang bahagia. Memilih calon imam yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu memahami kamu secara emosional dan intelektual akan membantu memperkuat hubungan pernikahan. Pastikan calon imam memiliki kemampuan mendengarkan dengan empati dan dapat menyampaikan pikiran dan perasaan dengan jelas.

5. Kesalingan Dukung dan Menerima:

Calon imam yang sejalan adalah orang yang akan mendukungmu dalam perjalanan hidup dan karir di masa depan. Mereka menerima kamu seutuhnya dengan segala kelebihan dan kekurangan. Bersama-sama, kamu dan pasangan akan saling memotivasi, mendorong, dan memperkuat satu sama lain dalam mencapai potensi terbaik dalam kehidupan.

Dalam kasus ini hikmah yang dapat diambil sebagai pembelajaran sebelum menikah adalah rasa cinta tidak cukup untuk membangun rumah tangga. Ketika siap untuk menikah kamu juga harus mempersiapkan perceraian. Bercerai dengan ego, sikap kekanak-kanakan, ingin menang sendiri, masih senang berfoya-foya, berbuat maksiat dan sikap buruk lainnya.

Ketika menikah kamu bukan lagi satu orang, tetapi dua orang, dua keluarga, dua hati dan satu jiwa. Namun, jika visi dan misi tidak sejalan sejak awal maka penting untuk kamu dan pasangan agar saling berkomunikasi, karena menikah bukan hanya satu atau dua tahun, tetapi seumur hidup.

Artikel Terbaru

Advertorial

Artikel Serupa